Social Icons

Kamis, 28 Februari 2013

Sikap terhadap pemimpin yang tidak bijaksana


» PENGAJARAN : PDT. INDRI GAUTAMA
Sikap terhadap pemimpin yang tidak bijaksana
Pdt. Indri Gautama

Sikap apa yang harus kita miliki terhadap pemimpin
yang di pandangan kita tidak bijaksana
dalam membuat keputusan.
 "Hati orang kepahitan penuh siasat busuk"
Setelah dua tahun berlalu, Absalom membuat suatu acara pengguntingan bulu domba di mana dengan "sopan" ia meminta izin kepada raja Daud (figur otoritas) agar raja dan pegawainya bisa menghadiri acara tersebut. Tetapi Daud menolak dan Absalom minta agar Amnon kakaknya diizinkan pergi, sebenarnya raja Daud tidak begitu setuju, tetapi karena didesak akhirnya Amnon dan anak-anak raja yang lain pergi. Semuanya ini atas seizin raja Daud, ini semuanya memakai izin OTORITAS!

Orang yang hatinya dikecewakan oleh figur otoritas secara langsung atau tidak, jika ia menyimpan kebencian secara diam-diam sangat membahayakan! Mereka bisa nampaknya tunduk pada otoritas bahkan nampak rohani, mulut mereka penuh dengan kata-kata yang manis bahkan bisa merayu sehingga pemimpin yang tidak dihormati berpikir: "Oh, masalah sudah selesai, sudah mulai membaik" tetapi ternyata ada motivasi jahat terselubung di belakangnya. Cara mereka membereskan masalah ialah dengan menangani sendiri tanpa mengikuti jalannya Tuhan yaitu dengan mengampuni dan berdoa menjadi pembangun tembok (Yehezkiel 22:30) dan berdamai. Di pandangan Absalom, raja Daud sebagai pemimpin tidak mampu dan tidak rohani oleh sebab itu secara diam-diam ia membuat siasat untuk menyingkirkan raja Daud. Absalom tidak menghormati Daud.

Dalam acara pengguntingan bulu domba tersebut di mana semua anak-anak raja atas undangan Absalom harus hadir seizin raja Daud, ternyata ini adalah suatu skenario untuk Absalom membalas dendam kepada Amnon. Absalom menangani pembenahan pemerkosaan Tamar ke tangannya sendiri dengan menyuruh orang-orangnya membunuh Amnon. Karena sudah masak kebenciannya, ia tidak tahan lagi melihat ayahnya tidak berbuat apa-apa mengenai masalah ini, ia bertindak sendiri, ia tidak peduli bahwa pembalasan itu milik Allah. (Roma 12:19)

Ketika raja Daud mendengarnya, raja berduka atas kematian Amnon dan Absalom melarikan diri selama tiga tahun. Setelah raja Daud surut amarahnya pada Absalom dan diketahui oleh para pegawainya, maka mereka menguji hati raja Daud, apakah raja merindukan kembalinya Absalom atau tidak? (2 Samuel 14). Setelah dirayu pegawainya, raja Daud setuju agar Absalom pulang kembali ke Yerusalem (2 Samuel 14:21) hanya ia tidak diperkenankan menemui raja melainkan ia harus kembali ke rumahnya sendiri. Hati-hati dengan oknum ketiga yang selalu mau menjadi roh kudus junior dengan tujuan mendamaikan hubungan yang renggang. Saya panggil orang-orang ini dengan julukan "pahlawan kecil."

Setelah dua tahun Absalom diam di Yerusalem, ia tidak digubris oleh raja Daud. Lalu ia memanggil anak Zeruya (Yoab), yang memprakarsai kepulangannya ke Yerusalem, agar mengatur ia bisa bertemu dengan raja. Karena Yoab tidak muncul-muncul maka Absalom membakar rumahnya. Absalom marah kepada Yoab bin Zeruya: "Buat apa aku pulang kalau tidak bisa menemui raja? Kalau tahu demikian aku tidak kembali, aku mau diapakan di sini, kalau mau dihukum beritahu terus terang, jangan didiamkan seperti ini!" Yoab melaporkan kepada raja Daud dan raja Daud mengizinkan Absalom menghadapnya. Ketika mereka bertemu raja Daud mencium Absalom, tetapi raja Daud tidak membicarakan kasus Tamar maupun kasus kematian Amnon. Absalom tidak bisa mengerti pikiran ayahnya, raja Israel itu.

Suatu hari ia berpikir bahwa ayahnya "tidak becus menjadi pemimpin dan tidak bijaksana" lalu ia membuat persepakatan gelap untuk memecahkan kerajaan ayahnya dan menendangnya keluar dari tahta raja. Dengan cara mencuri hati rakyat ayahnya, agar memihak kepada Absalom, Absalom menjelekkan ayahnya di hadapan rakyat "Percuma kamu datang ke raja tidak didengar problemmu, ia terlalu sibuk, ke saya saja, saya juga bisa!"
Baca 2 Samuel 15:3-6
(3) maka berkatalah Absalom kepadanya: "Lihat, perkaramu itu baik dan benar, tetapi dari pihak raja tidak ada seorangpun yang mau mendengarkan engkau."
(4) Lagi kata Absalom: "Sekiranya aku diangkat menjadi hakim di negeri ini! Maka setiap orang yang mempunyai perkara atau pertikaian hukum boleh datang kepadaku, dan aku akan menyelesaikan perkaranya dengan adil."
(5) Apabila seseorang datang mendekat untuk sujud menyembah kepadanya, maka diulurkannyalah tangannya, dipegangnya orang itu dan diciumnya.
(6) Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel. 

_______________________________________________________________________

Setelah empat tahun Absalom dengan manis membangun pengikut-pengikutnya yang semuanya adalah rakyat raja Daud. Suatu hari ia berpura-pura mau pergi berdoa untuk menggenapi nazarnya seizin raja Daud. Semuanya berbau rohani, sehingga tidak ada satu pun rakyat raja Daud yang curiga akan adanya siasat busuk Absalom. Tiba-tiba Absalom menyuruh rakyat untuk berseru ketika sangkakala berbunyi "Absalom sudah menjadi raja di Hebron". Bahkan orang tangan kanan raja Daud yang menjadi penasehat pribadinya, Ahitofel, seperti "tersihir" oleh Absalom yang manis mulutnya serta rohani, ia ikut bersepakat dengan Absalom untuk membelot terhadap raja Daud dan melakukan coup d'tat (merebut tahta kerajaan dengan tidak terhormat). Tetapi raja Daud, karena aman hubungannya dengan Tuhan, ia pergi meninggalkan istananya sekalipun hatinya sedih sekali. Anaknya sendiri yang melakukan hal ini bersama penasehat pribadinya, yang mengangkat tumitnya terhadap raja - lihat Mazmur 55, ini adalah ratapan Daud kepada Tuhan mengenai penasehatnya Ahitofel.
Mazmur 55:13-15
(13) Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyem bunyikan diri terhadap dia.
(14) Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku dan orang keperca yaanku:
(15) kami yang bersama-sama bergaul dengan baik, dan masuk rumah Allah di tengah-tengah keramaian.


Raja Daud berbicara kepada semua pegawainya yang ada bersama-sama dengannya untuk keluar dari istana sebelum dibunuh oleh Absalom (2 Samuel 15:13-14). Seluruh rakyat menangis melihat raja lewat (2 Samuel 15:23). Daud tidak membela dirinya. Raja Daud mendaki bukit Zaitun sambil menangis, kepalanya berselubung 2 Samuel 15:30-31 "Daud mendaki bukit Zaitun sambil menangis, kepalanya berselubung dan ia berjalan dengan tidak berkasut. Juga seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia masing-masing berselubung kepalanya, dan mereka mendaki sambil menangis. Ketika kepada Daud dikabarkan, demikian: "Ahitofel ada di antara orang-orang yang bersepakat dengan Absalom," maka berkatalah Daud: "Gagalkanlah kiranya nasihat Ahitofel itu, ya TUHAN."

Semua sahabat raja Daud membelakanginya, termasuk Mefiboset bin Yonathan bin Saul yang dikasihinya (2 Samuel 9) bahkan di tengah jalan ia dikutuki oleh Simei, dan raja Daud hanya berkata: baca 2 Samuel 16:9-12
(9) Lalu berkatalah Abisai, anak Zeruya, kepada raja: "Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepala nya."
(10) Tetapi kata raja: "Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?"
(11) Pula kata Daud kepada Abisai dan kepada semua pegawainya: "Sedangkan anak kandungku ingin mencabut nyawaku, terlebih lagi sekarang orang Benyamin ini! Biarkanlah dia dan biarlah ia mengutuk, sebab TUHAN yang telah berfirman kepadanya demikian.
(12) Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan TUHAN membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini."

_______________________________________________________________________


Setiap kali kita disakiti orang selalu ada orang yang mau membela kita dengan mem bumbui kejelekan orang itu. Hati-hati dengan orang seperti ini, karena mereka tidak menolong Saudara keluar dari situasi Saudara tetapi menjerumuskan seperti Abisai terhadap Daud. Saudara-saudara perhatikan baik-baik di sini kerajaan Israel pecah akibat "kepahitan!" Karena Absalom kecewa dengan ayahnya yang tidak mengoreksi Amnon setelah ia memperkosa Tamar. Gereja Tuhan juga bisa pecah akibat adanya kepahitan jemaat pada otoritas dan karena tidak ada komunikasi yang baik maupun keterbukaan, maka terjadi perang dingin. Ahitofel ikut membelot terhadap Daud karena ia juga mempunyai dendam terhadap raja Daud karena apa yang Daud lakukan pada Batsyeba ibunya Salomo, yang adalah cucu dari Ahitofel. Ada perumpamaan bunyinya "Burung yang bulunya sama (sejenis) selalu berkumpul bersama." Orang kepahitan selalu berkumpul dengan orang kepahitan.

Hati-hati dengan kepahitan! Kehancuran ujungnya bagi yang kecewa bukan bagi yang mengecewakan! Sebab belum tentu orang yang dianggap mengecewakan itu tahu dan sadar bahwa ia telah mengecewakan. Saudara-saudara, akhirnya Absalom yang mati terbunuh bukan raja Daud yang dipandang sebagai pemimpin yang tidak adil dan bijaksana cara kepemimpinannya.

Penghakiman itu milik Tuhan bukan milik kita, Roma 12:19 "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan."

Kadang-kadang kita tidak mengerti kenapa pemimpin tidak bertindak sesuai pendapat kita. Saya belajar dari pendeta Creflo Dollar Jr., jemaat tidak bisa menghardik, meng oreksi atau mengkritik pemimpin, jemaat hanya bisa mendoakan pemimpin seperti Daud terhadap raja Saul.

Pemimpin Saudara akan dikoreksi oleh yang menaungi mereka, seseorang yang lebih senior dan dihormati. Ibrani 13:17 berkata "Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduk lah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu." Saudara tidak diminta untuk tunduk kepada otoritas yang manis, yang cocok atau yang baik di pandangan Saudara! Firman Allah berkata tunduklah pada otoritas, pemimpinmu! Bahkan di Kitab 1 Petrus 2:18 berkata: "Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis."

Otoritas adalah: Presiden suatu negara, Lembaga manusia, Orang tua, Guru sekolah Pemimpin gereja dan kelima jawatan pelayanan dalam Tubuh Kristus.


Allah tidak berkata hormati kepribadiannya atau karakternya yang cocok dengan Saudara, tetapi hormatilah jabatannya sebagai pemimpin sebab Tuhan Yesus yang mengangkat dan menetapkan mereka dalam jemaat! Saudara tahu bahwa Allah yang mengangkat Firaun sebagai penguasa Mesir, baca Roma 9:17 "Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: "Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi."

Dalam pertemuan Allah dengan Abram pada Kejadian 15, Allah sudah bernubuat pada Abram bahwa nanti keturunannya akan diperbudak oleh Firaun di Mesir selama 400 tahun, baca Kejadian 15:13 "Firman TUHAN kepada Abram: "Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya." Saya percaya saudara-saudara semua kalau mendapat nubuatan seperti ini akan berkata "sesat" atau "nubuatan apa ini?" Nubuatan seharus nya sesuai 1 Korintus 14:3 yaitu untuk menghibur, membangun dan menasehati. Nubuatan Allah kepada Abraham dalam Kejadian 15:13 tidak menghibur tetapi mena kuti. Nabi yang bernubuat seperti ini tidak laku di gereja-gereja saat ini, pasti diusir dan diberi persembahan kasih yang kecil dan dijamin tidak akan diundang untuk kedua kalinya.

Saudara harus tunduk kepada pemimpin-pemimpin yang Tuhan tempatkan, Roma 13:1 "Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah." Bukan karena mereka baik, ramah dan selalu manis dengan Saudara dan mengikuti kemauan Saudara! Tunduk di sini artinya hormati. Hormat itu berhubungan dengan sikap hati Yesaya 1:19 berkata "Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu." Menurut artinya rela hati tidak terpaksa. Anak-anak sering menaati perintah otoritas atau ayah mereka tetapi dengan sikap yang busuk, di mata Tuhan sikap seperti ini adalah dosa. Atasan Saudara bisa salah terhadap hukum Allah dan firman-Nya tetapi tidak membuat Saudara berhak menghakimi pemimpin, menggosipkan di belakangnya, mendendam dan bersikap cuek. Pada waktu Saudara sudah menghakimi pemimpin karena kele mahan dan dosa-dosanya, Saudara sudah melanggar hukum Tuhan dan berdosa. Sebab yang dimaksud dengan dosa adalah 1 Yohanes 3:4 "Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah." Kita melanggar Roma 13:1, Ibrani 13:17, Efesus 6:1-3, Kolose 3:22-23 dan 1 Petrus 2:13-15. Kita mungkin merasa benar mengoreksi mereka, tetapi sebenarnya salah di pandangan Tuhan, sebab jalan Tuhan bukanlah jalan kita. Yesaya 55:8-9 "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. (9) Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." 

 _______________________________________________________________________

Tempat di mana kita semua tersandung dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen adalah pada waktu kita kecewa pada figur pemimpin yang karakternya tidak menjadi contoh atau panutan menurut ukuran mata kita. Kalau Saudara ingat pelajaran bulan lalu pada edisi Mei 2002, kami jelaskan bahwa kita harus tunduk pada otoritas di gereja karena semua lima jawatan pelayanan tersebut di bawah otoritas Tuhan Yesus. 1 Korintus 12:5 "Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan." Jadi kita harus tunduk kepada lima jawatan di gereja karena Tuhan Yesus adalah atasan dari kelima pelayanan tersebut. Jadi barangsiapa melawan pemimpin/otoritas gereja, keluarga atau Pemerintah, sebetulnya melawan Tuhan Yesus langsung sebab yang memilih mereka adalah Dia. Efesus 5:22-23 "Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, (23) karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh." dan Efesus 6:1-3 "Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. (2) Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: (3) supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi." Disamping itu ada perintah untuk tidak mengusik orang yang diurapi. Mazmur 105:15 "Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat kepada nabi-nabi-Ku!" Cara yang paling cepat dan tidak disadari bahwa kita sudah mengusik orang yang diurapi yaitu dengan mulut kita.

Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita dalam Matius 5:25-26; Matius 5:29-30 ayat-ayat ini keras sekali tegurannya. Jangan sampai salah memakai anggota tubuh kita yang adalah bait Allah tempat di mana Roh Allah berdiam. Hukumannya kita bisa kehilangan keselamatan!

Kunci dari hidup sebagai orang benar yaitu dengan menaati Tuhan di hadapan segala situasi hanyalah satu: TAKUT AKAN ALLAH!
1 Petrus 2:17 "Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!"

Sebab Amsal 8:13a berkata "Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan;…"

Jangan membuka pintu bagi roh Absalom, kita harus mengoreksi sikap hati kita setiap hari dan kalau berdosa di hadapan Allah, cepat bertobat dan berbalik ke jalan Tuhan. Ini demi kebahagiaan kita sendiri.

Setiap kali kita merenungkan firman Allah pakai firman Allah sebagai cermin hati kita, dan buat keputusan yang sejalan dengan firman di hadapan segala situasi maka kasih karunia Allah akan dilimpahkan kepada kita untuk memampukan kita melakukan firman-Nya.

Kasih karunia Allah adalah kemampuan ilahi yang memampukan kita untuk melakukan kebenaran di tengah cobaan dan ujian.
 
 

About Me

About Me
FACEBOOK TWITTER
LOGIN
Email:me@stefanussusanto.org

WELCOME IN THIS SITE

JOIN MAILING LIST HERE

VISITOR NOW