Social Icons

Senin, 31 Desember 2012

Tuaian Yang Besar

Pdt. Abraham Alex Tanuseputra

Ayat Bacaan: 1 Korintus 16:5-9
16:5 Aku akan datang kepadamu, sesudah aku melintasi Makedonia, sebab aku akan melintasi Makedonia. 16:6 Dan di Korintus mungkin aku akan tinggal beberapa lamanya dengan kamu atau mungkin aku akan tinggal selama musim dingin, sehingga kamu dapat menolong aku untuk melanjutkan perjalananku.
16:7 Sebab sekarang aku tidak mau melihat kamu hanya sepintas lalu saja. Aku harap dapat tinggal agak lama dengan kamu, jika diperkenankan Tuhan. 16:8 Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta, 16:9 sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.
Disadari ataupun tidak disadari bahwa segala tindakan, perkataan, gagasan dan sebagainya yang ada pada seseorang selalu ada konsekuensinya. Termasuk keputusan, maupun tindakan yang dilakukan oleh rasul Paulus dalam melayani pekerjaan Tuhan. Paulus melayani Tuhan dari kota satu ke kota lainnya, diantaranya Makedonia, Efesus, Korintus dan banyak kota lainnya. Memang, secara fisik bahwa pelayanan yang dilakukan oleh rasul Paulus itu sangat melelahkan, belum lagi ditambah dengan persoalan-persoalan lainnya. Inilah konsekuensi yang harus diterima oleh rasul Paulus, dan rasul Paulus menyadari akan hal itu. Tetapi semuanya itu tidak melemahkan rasul Paulus dalam melayani Tuhan, justru bagi rasul Paulus hal tersebut sangat menyenangkan sebab melayani Tuhan merupakan suatu kehormatan yang tidak ada bandingnya. Untuk itu ia menulis surat yang ditujukan kepada jemaat di Korintus, katanya : “sebab disini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.”

Rasul Paulus tidak melihat berapa besar tantangan yang akan ia hadapi saat melayani Tuhan, sebab ia hanya memandang upah sorgawi yang akan ia terima. Dan upah sorgawi ini tidak dapat dibandingkan dengan tantangan atau penderitaan yang sedang berlangsung di dunia ini, seperti surat rasul Paulus yang ditujukan kepada jemaat di Roma, yang berbunyi : “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” (Roma 8:18)

Saudara, kesempatan yang besar dan penting ini tidak hanya terjadi pada jaman rasul Paulus saja, tetapi kesempatan yang besar dan penting ini juga berlaku bagi jemaat Gereja Bethany Indonesia. Dimana jemaat Bethany juga mendapat kesempatan yang besar untuk ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan, untuk menerima tuaian yang besar. Dan Tuhan sudah tidak sabar untuk memberikan tuaian jiwa-jiwa yang besar serta memberkati kita. Dan perlu kita ketahui pula, bahwa saat kita hendak memperoleh tuaian yang besar; kita tidak lepas dari tantangan/resiko yang harus kita hadapi.
Adapun tantangan tersebut meliputi berbagai aspek kehidupan manusia, baik itu secara fisik, hubungan antar sesama, bencana alam dan berbagai macam hal lainnya, terutama dalam perekonomian yang semakin lama semakin memburuk. Sehingga berapa banyak anak-anak Tuhan mulai lemah menghadapi keadaan ini. Untuk itu, marilah kita belajar dari kehidupan rasul Paulus yang pantang menyerah terhadap keadaan yang ada. Walaupun berbagai macam “belalang” (kuasa kegelapan) maupun persoalan hidup menyerang, ia tetap melakukan pekerjaan Tuhan, karena ia tahu bahwa masa penuaian itu telah tiba.

Menabur dan menuai itu merupakan suatu siklus yang tidak pernah berhenti. Dan siklus tersebut tidak pernah dipengaruhi oleh keadaan, asalkan tetap melekat pada pokok yang benar yaitu untuk menghasilkan buah Roh Kudus. Dan apabila gereja berbuahkan daging, maka akan dengan mudahnya belalang akan menghabiskannya, tetapi jikalau buah itu adalah buah Roh Kudus, maka buah Roh itu tidak akan pernah dimakan oleh belalang, dan mereka akan tetap berbuah karena buahnya kekal. Untuk itu jangan coba-coba untuk melepaskan diri dari pokok yang benar, sebab belalang ini sangat ganas, baik buah, batang maupun akarnyapun dimakan. Kalau akarnya sudah dimakan, maka pohon (gereja) itu akan “habis.” Oleh sebab itu kita patut bersyukur, karena meskipun banyak rintangan dan goncangan di gereja kita, tetapi puji Tuhan akar di tempat ini masih segar dan akan bertumbuh lebih kuat lagi dan mengeluarkan suatu getah dan akan ada panen yang lebih besar lagi. Dan hal ini tidak hanya terjadi pada gereja secara umum tetapi juga terjadi pada pribadi lepas pribadi.

Untuk menerima tuaian yang besar, maka ada hal-hal yang perlu diperhatikan supaya tuaian kita tidak dimakan oleh “belalang.” Kita harus tetap berakar dan bertumbuh dalam Kristus. Walaupun banyak tantangan yang sedang menghadang, tetapi jangan lemah, putus asa, bahkan berhenti dalam melayani Tuhan sebab jerih payahmu tidak akan sia-sia. Jikalau Tuhan Yesus dengan susah payah mendidik murid-murid-Nya untuk beriman, maka saat ini pun Dia sedang mendidik kita dari tidak memiliki iman, lalu iman yang kecil, iman yang bertumbuh, iman yang besar, iman yang kuat, dan iman yang sempurna. Memang, pertumbuhan yang demikian ini tidak mudah diterapkan kepada murid-murid Yesus pada waktu itu. Terbukti dalam Injil  Markus 16:9-14 telah dikisahkan bahwa orang yang dekat dengan Yesus tidak percaya akan kebangkitan Tuhan. Bukankah selama 3 tahun murid-murid Yesus melihat keajaiban dan mujizat yang yang dilakukan oleh Tuhan Yesus? Dan untuk lebih jelasnya lagi, maka kita dapat membaca dalam Injil Lukas 24:7-12.
Dimana Magdalena tidak sendirian, karena ada puluhan wanita yang melihat Yesus bangkit dan menceritakannya, tetapi rasul-rasul telah menganggapnya itu adalah omong kosong. Padahal Tuhan Yesus memberitahukan berkali-kali tentang kematian dan kebangkitanNya. Sebenarya waktu diberitahukan tentang kematian dan kebangkitanNya, murid-murid Yesus memiliki reaksi (Matius 16:21-23; 17:22; 20:17; 26:1), tetapi murid-murid Yesus hanya menangkap tentang kematian-Nya saja dan tidak menangkap tentang kebangkitan-Nya. Memang dalam mengikut Yesus ada suatu proses yang kelihatannya selalu kalah pada permulaannya, tetapi perlu kita ingat bahwa segala proses yang kita hadapi selalu ada jalan keluarnya.

Kita harus berpikir positif dalam menghadapi segala sesuatu. Murid-murid Yesus gagal untuk percaya karena pada waktu itu mereka susah untuk ditanami imannya dengan firman Tuhan, sehingga perkara besar dan penting tidak mungkin terjadi. Di dalam Injil Markus 8:14-21 merupakan kisah yang memilukan karena pada waktu itu yang ada dalam perahu mereka hanya 1 ketul roti, dan yang harus diberi makan jumlahnya 13 orang, sehingga hal ini membuat mereka bertengkar, padahal kalau dibandingkan dengan 5 ketul roti dan dua ikan untuk 5000 orang lebih, seperti yang mereka alami sebelumnya. Oleh karena itu, dengan adanya peristiwa ini maka dengan sikap tegas Tuhan Yesus memperingatkan mereka.

Kalau kita melihat peristiwa di atas bukankah tidak jauh dengan kehidupan yang sedang kita jalani saat ini ? Dimana kita kerapkali kurang mempercayai apa yang telah Tuhan katakan, karena kita lebih banyak dipengaruhi oleh keadaan sekeliling kita. Misalnya : Saat ini kita sedang menghadapi suatu keadaan yang sukar, sedangkan firman Tuhan mengatakan bahwa saat inilah kita akan menuai besar-besaran. Hal ini memang bertentangan, tetapi apabila kita meyakini dengan sungguh-sungguh maka apa yang kita yakini itu akan terjadi. Seperti yang Yesus katakana kepada murid-muridNya : ”Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.”
Saudara, melalui beberapa penjelasan di atas biarlah mengajar kita untuk lebih sungguh-sungguh melayani Tuhan, dengan didasari oleh iman, harap dan kasih  terutama dalam masa penuaian. Amin. 

Written by Multimedia Graha Bethany

Doa Tutup Tahun

"Tuhan, aku telah sampai di penghujung, ada begitu banyak yang sudah aku lewati sepanjang tahun ini, sejujurnya kalau aku bisa bertahan, itu karena anugerah-Mu,aku tahu ada banyak hal yang tidak mudah,tetapi Engkau tetap Tuhan yang luar biasa membimbing kami, memberikan kekuatan pada aku untuk tetap bisa melewati dalam kemenangan Tuhan yang ajaib.

Hamba berdoa biar Engkau berbicara kepada hati aku apa yang Engkau inginkan dari hidup aku untuk menutup tahun ini dan masuk tahun ke tahun yang baru sesuai dengan kehendak Tuhan.

Terima kasih Bapa, Engkau Tuhan yang baik,Engkau Tuhan yang luar biasa,aku percaya anugerah-Mu besar buat kami. Kini turunkan berkat-Mu atas kami, dan aku naikkan doa permohonan ini hanya dalam nama Tuhan Yesus. Amin!"

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Minggu, 30 Desember 2012

Bahaya Bintang Apsintus


Minggu pagi, Dec 30, 2012
Pak Yohanes - GBI Shekinah TEMANGGUNG

Selama 6 bukan perkenanan Tuhan, kita mengalami mujizat atau tidak mengalami itu bukan salah Tuhan. Belajar terus mengerti dan mengejar kebenaran. Mencari dan menyelidik setiap kebenaran, maka sumua akan ditambahkan. Masalah menambah finansial itu bukan hak kita melainkan hak Bapa. Jadi jangan menyuruh Tuhan supaya kita jangan didapati kecewa.
Yoh 21:15-17
Masa dimana dialami murid-murid Tuhan Yesus mengalami down. Tapi ada satu titik dimana Petrus tahu dan merespon dengan tepat sehingga sesuatu yang dasyat terjadi. Kalau engkau mau menerima dan mau merespon seperti hati Petrus maka hidupmu adan berubah.
Tuhan memanggilnya dengan panggilan Simon bukan Petrus atau Kefas. Untuk ketiga kalinya Yesus berkata: "apa engkau mengasihi Aku." Bukan suatu hal yang kebetulan yang dialami Petrus. Setelah ketiga kalinya dia menjawab pertanyaan Tuhan barulah Petrus sadar akan yang dilakukannya.
Kejadian tersebut sama persis ketika Pertus menagkap ikan dan mengalami mujizat. Ikan yang didapatkan Simon Petrus beserta teman-temannya adalah 153 ekor. Dalam bahasa Ibrani angka 153 artinya "Aku adalah Allah Elohim". Tuhan melakukan hal yang profetis tapi kadang kita tidak mengerti karena kita tidak mengerti dan mau mencari kebenaran itu.
Kenapa sampai 3 kali Tuhan Yesus meneguhkan hati Petrus?
Lukas 22:54-61
Selesai Petrus menyangkal Yesus untuk ke-3 kalinya, Yesus menengok kepada Petrus. Hati dan perkataan kita menentukan banyak hal. Olehnya jaga hati dan perkataan kita. Apakah kita mau seperti Simon kembali seperti yang lama, atau mau seperti Petrus berjalan menuju dimensi Tuhan. Banyak rencana Tuhan yang belum terjadi dalam kehidupan karena hati kotor muncul dalam perkataan.
Mulai bereskan setiap hati dan perkataan yang bukan berasal dari Tuhan. Bersihkan hati yang kotor dan tarik kembali perkataan-perkataan yang mendatangkan kutuh. Minta ampun kalau engkau mulai kecewa baik dengan manusia terlebih Tuhan.
Amsal 4:23
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Wahyu 8
10 Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.
11 Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.
Bintang Apsintus adalah setan yang membawa kepahitan. Sungai dan mata air melambangkan air kehidupan. Banyak orang akan mati karena kepahitan. Kepahitan yang timbul dari pikiran kotor maupun kerkataan kotor.
Roma 10:8
Firman dan iman bisa didalam maupun diluar kita. Kuasa perkataan dan kuasa hati akan membawa kita kedalam keadaan berbeda. Belajar hati untuk percaya dan mulut memperkatakan. Jaga hati dan mulut.
Rom 10:17
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Yakobus 3:2-10
Tidak ada yang dapat menjinakkan lidah. Engkau mulai minta ampun dan serahkan semuanya maka Tuhan yang akan menjinakkan lidahmu.
By: Yehezkiel Elyon

Hebrew Words for Praise

1. Halal
Halal is a primary Hebrew root word for praise. Our word "hallelujah" comes from this base word. It means "to be clear, to shine, to boast, show, to rave, celebrate, to be clamorously foolish."
Ps 113:1-3
Praise (halal) ye the Lord, praise (halal) o ye servants of the Lord, praise (halal) the name of the Lord.

Ps 150:1
Praise (halal) the Lord! Praise (halal) God in his sanctuary; Praise (halal) him in his mighty expanse.

Ps 149:3
Let them praise (halal) his name in the dance: let them sing praises with the timbrel and harp.

(Other references: 1Chr 2)

2. Yadah
2Chr 8:14
Ezra 3:10
Ps 22:22
Ps 63:5
Ps 69:30

Yadah is a verb with a root meaning, "the extended hand, to throw out the hand, therefore to worship with extended hand." According to the Lexicon, the opposite meaning is "to bemoan, the wringing of the hands."
2Chr 20:21
Give thanks (yadah) to the Lord, for his lovingkindness is everlasting.

Ps 63:1
So I will bless thee as long as I live; I will (yadah) lift up my hands in thy name.

Ps 107:15
Oh that men would praise (yadah) the Lord for his goodness, and for his wonderful works to the children of men.

Other references:
Gen 49:8
2Chr 7:6
2Chr 20:21
Isa 12:4
Jer 33:11

 
3. Towdah
Towdah comes from the same principle root word as yadah, but is used more specifically. Towdah literally means, "an extension of the hand in adoration, avowal, or acceptance." By way of application, it is appratent in the Psalms and elsewhere that it is used for thanking God for "things not yet received" as well as things already at hand.
Ps 50:14
Offer unto God praise (towdah) and pay thy vows unto the Most High.

Ps 50:23
Whoso offereth praise (towdah) glorifieth me: and to him that ordereth his conversation aright will I shew the salvation of God.

Other references:
2Chr 29:31
Jer 33:11
Ps 42:4

 
4. Shabach
Shabach means, "to shout, to address in a loud tone, to command, to triumph."

Ps 47:1
O clap your hands, all peoples; shout (shabach) to God with the voice of joy (or triumph).

Ps 145:4
One generation shall praise (shabach) thy works to another and declare thy mighty acts.

Isa 12:6
Cry aloud and shout (shabach) for joy, O inhabitant of Zion, For great in your midst is the Holy One of Israel.

Other references:
Ps 63:1-4
Ps.117:1
Ps 35:27
Ps 106:47

 
5. Barak
Barak means "to kneel down, to bless God as an act of adoration."
Ps 95:6
O come let us worship and bow down; let us kneel (barak) before the Lord our maker.

1Chr 29:20
Then David said to all the assembly, "Now bless (barak) the Lord your God." And all the assembly blessed (barak) the Lord, the God of their fathers, and bowed low and did homage to the Lord and to the king.

Ps 34:1
I will bless (barak) the Lord at all times; His praise shall continually be in my mouth.

Other references:
Job 1:21
Ps 96:2
Ps 103:1-2
Ps 18:46

 
6. Zamar
Zamar means "to pluck the strings of an instrument, to sing, to praise; a musical word which is largely involved with joyful expressions of music with musical instruments.
Ps 21:13
Be exalted O Lord, in Thine own strength, so will we sing and praise (zamar) Thy power.

1Chr 16:9
Sing to Him, sing praises (zamar) to Him; speak of all His wonders.

Ps 57:8-9
Awake my glory; awake harp and lyre, I will awaken the dawn! I will give thanks to Thee, O Lord among the peoples; I will sing praises (zamar) to Thee among the nations.

Other references:
Ps 66:2-4
Isa 12:5
Ps 27:6
Ps 149:3
Ps 30:4

 
7. Tehillah
Tehillah is derived from the word halal and means "the singing of halals, to sing or to laud; perceived to involve music, especially singing; hymns of the Spirit.
Ps 22:3
Yet Thou art holy, O Thou who art enthroned upon the praises (tehillah) of Israel.

Ps 33:1
Rejoice in the Lord, o ye righteous, for praise (tehillah) is comely for the upright.

Isa 61:3
To grant to those who mourn in Zion, Giving them a garland instead of ashes, The oil of gladness instead of mourning, The mantle of praise (tehillah) instead of the spirit of fainting, So they shall be called oaks of righteousness, The planting of the Lord, that He may be glorified.

Other references:
Ps 34:1
1Chr 16:35
2Chr 20:22
Deut 10:21
Exod 15:11
Ps 147:1-2

SIARAN TUNDA ACARA FROM GLORY TO GLORY

 SIARAN TUNDA
DISIARKAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2013
MULAI PUKUL 06.00 WIB

WEB PLAYER KLIK DIBAWAH INI
PLAYLIST:
ITUNES di sini, MEDIA PLAYER di sini, WINAMP di sini
Servers list:
http://rhemaradio.arkserver.net:8000/ 48 Kbps Medium Quality US
http://rhemafm.japanserver.info:8002/ 48 Kbps Medium Quality JP
http://rhemafm.japanserver.info:9797/ 24 Kbps Low Quality JP
http://streaming.rhemaradio.com:5757/ 48 Kbps Medium Quality ID
http://streaming.rhemaradio.com:9797/ 24 Kbps Low Quality ID
http://rhemafm.japanserver.info:8128/ 128 Kbps High Quality JP
http://rhemaradio.arkserver.net:8128/ 128 Kbps High Quality US

Langsung ke player Anda:
iTunes: ctrl U, pilih salah satu server yang ada sesuai dengan kecepatan internet dan lokasi Anda.
Window Media player: ctrl U, pilih salah satu server yang ada sesuai dengan kecepatan internet dan lokasi Anda.
Winamp: ctrl L, pilih salah satu server yang ada sesuai dengan kecepatan internet dan lokasi Anda
MOBILE: KLIK DI SINI support Blackberry, Android, iOS Devices
:: Untuk FLEXI ::
——————–
Rhema on Flexi: *55*418860 CALL (Rate: Rp.300/Jam)

TERSEDIA untuk didengarkan ulang di website berikut :
http://rhemaradio.com/ondemand/
Mulai tersedia tanggal 2 Januari 2013

Renungan Menjelang Tutup Tahun

Selama beberapa hari berlayar, kami hampir-hampir tidak maju dan dengan susah payah kami mendekati Knidus. Karena angin tetap tidak baik, kami menyusur pantai Kreta melewati tanjung Salmone.
(Kisah Rasul 27:7)

Hal pertama pertanyaannya adalah: apakah kita sejak ikut Tuhan Yesus, orang berkata: " Ini orang maju lho..." Atau sebenarnya orang berkata: " sebenarnya kamu sudah ikut lama dengan Tuhan, tapi tidak ada kemajuannya"

Biasanya kalau orang Kristen dikatakan:" kamu tidak maju", marahnya luar biasa. Orang yang dikatakan tidak maju dan dia marah malah membuktikan betul-betul tidak maju. Sebab kalau dia maju kerohaniannya, dia tidak akan marah.

Tapi berapa banyak orang Kristen sebenarnya dikategorikan 'hampir-hampir tidak maju'. Majunya itu sebetulnya lambatnya luar biasa.

Coba renungkan, dimana saudara berdiri waktu saudara terima Yesus sekian tahun lalu, lalu bandingkan lima tahun lalu engkau berdiri dimana? Buahmu selebat apa? Bandingkan sekarang. Benarkah saudara yang hari ini sudah benar-benar hebat dan maksimal?

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Sabtu, 29 Desember 2012

Apa yang membuat hati Tuhan terpikat olehmu ?

Hengky Kusworo - Terpikat

Khotbah Youth Fire - Sabtu, 29 Desember 2012

by Ricky Hineni 
 
Ulangan 7
6 Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya.
7 Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? -- 
8 tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.

Tuhan memilih Israel bukan karena jumlah yang besar justru Israel adalah bangsa yang paling kecil 

Ulangan 10 
15 tetapi hanya oleh nenek moyangmulah hati TUHAN terpikat sehingga Ia mengasihi mereka, dan keturunan merekalah, yakni kamu, yang dipilih-Nya dari segala bangsa, seperti sekarang ini.

Tuhan jatuh cinta dengan Israel karena nenek moyangnya yaitu Abraham, Ishak, dan Yakub. 

Abraham

Apa yang membuat Tuhan terpikat dengan Abraham ?

Kejadian 22 
12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." 
16 kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, 
17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

Satu yang membuat Tuhan terpikat adalah rela menyerahkan yang paling dicintainya / berharga dalam hidupnya yaitu Ishak

Orang yang seperti  'pecundang' untuk mengakui istrinya di depan Firaun dan Abimelekh tetap memikat hatiNya

Roma 4
18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, 

Ishak
Kejadian 22 
7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?" 
8 Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. 
9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.

Abraham berumur 100 tahun, sedangkan Ishak berumur 13 tahun. Pada waktu diikat, sebenarnya Ishak memiliki kemauan untuk memberontak dan lari tetapi ia tidak melakukannya. Hal ini yang membuat hati Tuhan terpikat. Ishak adalah gambaran Yesus 

Yakub 

Kejadian 25
28 Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub. 
30 Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
31 Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu."32 Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?" 
33 Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.

Detik Esau berkata 'tidak butuh' hak kesulungan, keluar firman "Allah mengasihi Yakub dan membenci Esau"

Jangan sampai meremehkan apalagi menghina perkara-perkara rohani yang Tuhan berikan 

Kejadian 27
28 Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah.29 Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia."Kalau kita punya sikap hati yang 'menginginkan perkara rohani', Tuhan akan terpikat dengan kita. 

Yusuf 

1 Tawarikh 5
1 Anak-anak Ruben, anak sulung Israel. Dialah anak sulung, tetapi karena ia telah melanggar kesucian petiduran ayahnya, maka hak kesulungannya diberikan kepada keturunan dari Yusuf, anak Israel juga, sekalipun tidak tercatat dalam silsilah sebagai anak sulung. 
2 Memang Yehudalah yang melebihi saudara-saudaranya, bahkan salah seorang dari antaranya menjadi raja, tetapi hak sulung itu ada pada Yusuf.

Yusuf punya akhlak dan moral yang sangat bagus. Bahkan, dia masuk penjara karena kejujuran dan integritasnya.

Yehuda

 Mengapa Yesus lahir di suku Yehuda ?

Kejadian 49 
10 Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.

Hal ini yang menyebabkan Yesus lahir di suku Yehuda

Yehuda ini orang yang brengsek. Mengapa Tuhan terpikat ?

Pada saat pergi ke Mesir, Yusuf menahan Benyamin. Tetapi Yehuda tidak rela dan mau menggantikan adiknya. Rela berkorban demi saudaranya itu yang dicintai Tuhan 

Matius 1
Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai

,Rahab adalah seorang pelacur

Mengapa Tuhan pilih Rahab ?
Karena ia pernah menyembunyikan dua pengintai Yosua

Mengapa Tuhan pilih Rut ?
Karena ia tidak mau meninggalkan mertuanya. Hati Rut berpaut kepada Naomi

Rut 2
16 Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;
17 di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!"

Apa yang membuat hati Tuhan terpikat olehmu ?

Jumat, 28 Desember 2012

Waktunya Sudah Dekat

"Oleh karena itu katakanlah kepada mereka: beginilah firman Tuhan: aku akan menghentikan sindiran ini dan orang tidak akan mengucapkannya lagi di tanah Israel. Sebaliknya, katakanlah kepada mereka; Waktunya sudah dekat dan tiap penglihatan akan jadi."
(Yehezkiel 12:23)

Penetapan waktu akan segala sesuatu di dalam hidup kita ini ada di tangan Tuhan. Sebelum Dia menetapkan waktunya,maka apapun itu tidak akan terjadi.

Seringkali karena 'waktu' yang ditunggu-tunggu atas apa yang Tuhan janjikan tidak kunjung tiba, sebagian orang mulai tidak percaya dan mencemooh. Tetapi, inilah pesan Tuhan bagi setiap orang yang menanti-nantikan Tuhan: inilah saat penggenapan itu! Jangan termasuk dalam kumpulan mereka yang tidak percaya dan menjadi pencemooh.

Saat-Nya sudah tiba. Segera terjadi. Pasti terjadi. Percaya saja. Ucapkan syukur atas semuanya.

Tuhan Yesus baik!

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Kamis, 27 Desember 2012

Kerjakan Bagianmu

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
(2 timotius 4:7)

Selesaikan segala sesuatu yang menjadi bagian saudara. Karena suatu hari pasti nanti saudara akan bertemu muka dengan muka dengan Tuhan.

Dan Dia akan bertanya, jika saudara dianugrahi harta kekayaan yang banyak, "Engkau apakan harta itu?". Jika saudara dianugrahi dengan suara bagus, "Engkau apakan suara tersebut?" Dan seterusnya.

Pada saat itu semuanya sudah terlambat. So, kerjakan bagian saudara dengan sungguh-sungguh. Biarlah Tuhan suatu hari menyambut kita dan berkata:" baik sekali pekerjaanmu hai hambaku yang setia".

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Senin, 24 Desember 2012

Unfinished Words and Unfinished Works (Petrus Agung)

Mat 2: 16-18 – Bagian dari Natal pertama yang menyedihkan, karena kegilaan raja Herodes.·
Teks asli berkata bahwa ratapan itu bukan berlaku untuk umum, tapi setiap kehilangan anak diratapi oleh orang tuanya secara individu.
·Ungkapan kepedihan: "seperti Rahel bangkit dari kuburnya hanya untuk ikut menangis." adalah ungkapan yang paling dalam dari Tuhan,bahwa Tuhan mengerti dan merasakan setiap penderitaan orang tua yang kehilangan anaknya.
·Kita adalah anak-anak Tuhan. Apapun yang sedang kita alami: penindasan, aniaya, ketidak-adilan, selalu ada harapan bagi kita karenaTuhan tahu semuanya.
· Kutipan di Injil Matius ini adalah kutipan yang belum selesai, karena Tuhan selalu menuntaskan yang Dia mulai.
Sesuatu yang belum selesai, Tuhan akan tuntaskan.
Yer 31: 15-17
· Ayat 15 yang dikutip Matius, dan merupakan kalimat yang unfinished/ belum selesai karena Yeremia tidak berhenti dan selesai di ayat 15.
· Ayat 16: Ada upah bagi setiap pekerjaan kita.
· Ayat 17: Masih ada harapan untuk masa depan kita.
· Jangan berhenti pada pekerjaan Tuhan yang kita anggap tidak selesai di hidup kita, karena Tuhan sudah menyelesaikan bagi kita diGolgota 2000 tahun yang lalu. Masalahnya apakah dan bisakah kita sabar hingga tanganNya menyelesaikan semuanya.
Mrk 10: 17-31
· Orang muda yang kaya bertanya bagaimana mendapat hidup kekal. Dia pergi dengan sedih dengan jawaban Yesus, karena hartanyabanyak. Seandainya dia bertahan beberapa saat, maka dia akan mendengarkan kalimat Yesus yang tuntas.
·Ilustrasi: Cara menangkap monyet dengan menaruh kacang di dalam batok kelapa yang diberi lubang kecil. Kekayaan bagi anak muda itudi mata Tuhan seperti kacang jebakan untuk monyet, yang ujungnya bisa membawa anak muda itu ke neraka.
·Percakapan di Mrk 10: 23-31 adalah antara Yesus dan murid-muridnya, karena anak muda yang kaya tersebut sudah pergi.
· Ayat 23-25: pernyataan Yesus bahwa orang kaya sukar masuk kerajaan surga.
· Ayat 28: murid-murid bertanya pada Tuhan apa yang akan mereka peroleh.
· Ayat 29-30: Jawaban Yesus: Setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan semuanya:ü Sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat.ü Pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.
· Sebenarnya Tuhan sedang memberi cara bagi anak muda itu supaya kekayaannya naik 100x lipat tanpa terikat kepada harta.
· Yer 31: 15 berisi penderitaan, ayat 16 bicara upah, dan ayat 17 bicara tentang masa depan !
·Kisah anak Yairus yang sakit dan hampir mati. Saat ada wanita yang sakit pendarahan 12 tahun menyentuh jubah Yesus dan sembuh,Yesus berhenti untuk bercakap-cakap dengannya. Saat itulah datang pesuruh yang membawa berita bahwa anak Yairus sudah mati. Iniseperti ayat 15 bagi Yairus. Tapi Tuhan tetap pergi ke rumah Yairus dan bangkitkan anak itu.
· Kadang cara Tuhan aneh, kadang seperti dihambat orang lain. Tapi Tuhan tidak pernah bisa dihentikan untuk menuntaskan apa yangharus Dia tuntaskan.
· Saat Lazarus sakit, Yesus menunda. Akhirnya Lazarus mati, dan orang-orang merasa Yesus terlambat. Tapi selesaikan yang Dia sudah janjikan, dan Lazarus bangkit.
· Saat Tuhan menjanjikan untuk mengangkat hidup kita, kadang kita seperti berhenti di ayat 15, tapi masih ada ayat 16 dan 17 bagi kita,karena Tuhan selalu selesaikan, dan tidak ada kata terlambat bagi Tuhan !
· Dia Tuhan yang setia, Dia yang akan menyelesaikan bagi kita.

Ketenaran

Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati. (Kis.14:19)

Ada 2 macam ketenaran yang sebenarnya bisa diraih orang Kristen: ketenaran karena akibat dan yang kedua: ketenaran karena memang sengaja dibuat sedemikian.

Barnabas dan Paulus tersebut tidak menghendaki untuk tenar, seperti itulah contoh ketenaran karena akibat.

Dan yang paling mengerti adalah Tuhan dan pribadi kita sendiri apakah ketenaran yang diperoleh itu karena akibat atau karena dibuat sedemikian seperti artis yang didesain begitu rupa.

Ketika kita mulai tenar akan mengundang Tuhan untuk 'kotbah'. Dan bila Tuhan mulai kotbah untuk meyakinkan orang, ini yang berbahaya. Paulus pun dibuat 'klenger'.

Adakah kita mulai tenar?

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Minggu, 23 Desember 2012

Pengorbanan

Lalu pergilah Salomo bersama-sama dengan segenap jemaah itu ke bukit pengorbanan yang di gibeon, sebab di situlah Kemah Pertemuan Tuhan yang dibuat Musa,hamba Tuhan itu,di padang gurun,
(2 tawarikh 1:3)

Pada waktu itu Tuhan yang merupakan simbol kehadiran Tuhan ada di Yerusalem. Tetapi Salomo bukan datang ke sana,tetapi justru ke Gibeon Kemah Pertemuan tempat pengorbanan terbesar. Dan saat itu Tuhan datang kepada Salomo dan bertanya apa yang Salomo inginkan.

Pengorbanan dan menyalibkan daging itulah yang mengundang Tuhan hadir.

Jangan cari 'sensasi' kehadiran Tuhan, tetapi pikullah salib, jangan hidup dalam kedagingan dan itu yang menghadirkan Tuhan dalam hidup saudara.

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Sabtu, 22 Desember 2012

4 Faktor Yang Harus Diwaspadai

Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat (Mat.25:15)

Hal titik lemah hamba yang memiliki 1 talenta:
1. Mempunyai pengertian yang salah tentang Tuhan, ia merasa Tuhan jadi beban. Jika pekerjaan Tuhan jadi beban, itu sebuah awal ketidakpercayaan. Hamba yang diberi 1 talenta, salah menangkap hati Tuhan.
2. Takut. Ini akan memperkecil kekuatan kita dengan Tuhan. Kekuatan kita padam. Ketakutan membuat orang tidak bergerak ke mana-mana, tidak pernah berani untuk memulai. Takut membuat semua potensi tidak berkembang. Jangan biarkan ketakutan menguasai kita, lawan dengan peperangan rohani.
3. Hamba yang jahat, ada iri, merencanakan yang tidak baik. Jangan biarkan kejahatan menguasai kita. Tuhan tidak akan memberkati yang jahat.
4. Malas, hamba yang jahat. Maka ambil berkat pada kita. Jangan hobby menunda.

Keempat hal di atas harus dibuang jauh jika ingin kita berkenan dan berhasil.

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo

Kamis, 20 Desember 2012

Kesaksian Pdt. Abraham Alex Tanuseputra: "Bukan saya yang berhasil, tetapi TUHAN YESUS yang Berhasil !"



Tahun 2005 adalah tahun monumental dalam perjalanan pelayanan saya di dunia ini. Kasih karunia-Nya begitu besar, sehingga saya bisa memasuki tahun ke 40 dalam pelayanan. Untuk itu, saya mengambil waktu secara khusus merenungkan perjalanan pelayanan sampai dengan hari ini. Banyak hal yang Tuhan ungkapkan untuk saya mengerti arti pelayanan selama 40 tahun ini. Pengertian-pengertian yang menjadikan saya takjub, kagum dan semakin percaya bahwa Dia-lah, Tuhan Yesus Kristus yang membawa dan mempercayai saya berada di dalam ladang pekerjaan-Nya.

Dari berbagai pengertian atau understanding yang Tuhan bukakan, satu di antaranya membuat saya terharu dalam sukacita. Yakni understanding tentang cara Tuhan, pada waktu Ia membawa saya masuk ke dalam kehendak-Nya yang luar biasa, yaitu cara Tuhan yang selalu “memaksa” saya. Dia membawa saya kepada suatu keadaan di mana saya tidak dapat menghindar atau lari dari keadaan itu. Saya tidak dapat mundur dan “harus” mengerjakannya.

Sejujurnya, kenyataan seperti ini seringkali terjadi dalam pelayanan saya. Kemudian, saya suka melakukan tawar-menawar kepada Tuhan, “Kalau boleh saya tidak ingin mengerjakan hal itu….” Bahkan hampir dalam semua peristiwa penting, saya mentah-mentah menolaknya. Tetapi seperti saya katakan, Dia selalu “memaksa”. Saya menghindar, Dia mendesak terus. Saya menolak, tetapi semakin “keras” Dia “memaksa” saya, sehingga akhirnya saya takluk, menerima dan melakukan kehendak-Nya.

Ketika saya menolak panggilan Tuhan, melalui pendeta Djao Tze Kwang, panggilan itu kemudian diteguhkan lagi oleh pendeta EB Stube. Saya dipanggil menjadi hamba Tuhan dan melayani pekerjaan pelayanan-Nya. Dalam waktu tidak lama saya mengalami musibah, saya menabrak anak kecil hingga nyaris mati. Orang tua anak yang saya tabrak mengancam akan membunuh saya jika anaknya tidak tertolong dan mati. Saya benar-benar menjadi sangat takut. Tetapi ketika saya, melalui doa semalam-malaman, menyatakan menerima panggilan-Nya, bersedia menjadi hamba-Nya, kemudian saya melihat mujizat besar. Anak yang sudah sekarat dihidupkan Tuhan Yesus dan mengalami kesembuhan yang ajaib.

Begitu juga ketika Tuhan meminta saya untuk mulai melayani di desa-desa sekitar kota Mojokerto, di penjara-penjara tahanan politik, lalu Tuhan minta saya pindah dari Mojokerto ke Surabaya. Mulanya saya dan keluarga merasa berat. Karena pada waktu itu, pelayanan saya di kota Mojokerto mulai tertata. Pembangunan gedung gereja dengan 250 tempat duduk baru saja selesai, rasanya mulai sedikit lega. Awalnya saya menolak pindah, karena di Mojokerto sudah punya rumah, dan pelayanan mulai berjalan baik. Surabaya masih tanda tanya besar buat saya, apalagi saya tidak punya rumah di Surabaya. Bagaimana dengan kehidupan saya dan keluarga di Surabaya? Tetapi, Tuhan yang menjadi boss saya tetap mengatakan “tinggalkan semua dan pergi ke Surabaya!” Pada waktu saya menolak, Andrew, anak saya yang ketiga yang sudah sembuh dari sakitnya dan bisa berjalan kembali, tiba-tiba kambuh dan tidak bisa berjalan lagi.

Di meja makan, sekali lagi saya berunding dengan isteri untuk kemungkinan pindah ke Surabaya, dan kami mengambil kata sepakat, “Ya Tuhan! Saya mau pindah ke Surabaya.” Ketika saya dan isteri menyatakan mau pindah Surabaya, tiba-tiba terdengar suara seperti sesuatu terjatuh di kamar Andrew. Saya kaget, saya pikir Andrew, jatuh dari tempat tidurnya… Tetapi, Puji Tuhan, mujizat terjadi, ketika saya dan isteri menuju kamar Andrew, saya melihat Andew sedang berjalan. Haleluya! Ketaatan membawa mujizat dan kesembuhan.

Awal di Surabaya, saya dan keluarga harus mengalami banyak pergumulan. Setelah berpindah-pindah, akhirnya Tuhan bawa saya ke Manyar. Mulai dari tujuh orang di garasi mobil, pindah di dalam rumah, ke gereja Awning, gereja Manyar, kemudian ke Graha Bethany Nginden, dan sekarang “memaksa” saya mengerjakan suatu proyek, yang oleh rekan-rekan saya disebut impossible project:Menara Doa Jakarta. Ketika Tuhan sampaikan proyek ini, saya tegas-tegas menolaknya, sebab membayangkan proyek dengan anggaran Rp 2,5 triliun, saya benar-benar “gemetar”, apalagi untuk mengerjakannya. Itulah sebabnya saya benar-benar menolaknya. Di Singapura, kepada rekan yang handle Menara Doa Jakarta, saya katakan, “Tentang Menara Doa Jakarta tolong lupakan saja, sebab saya tidak akan menanganinya.” Seperti peristiwa-peristiwa lainnya, begitu saya menolak, tidak ada angin dan tidak ada hujan, tiba-tiba badai besar melanda kehidupan keluarga saya.

Saya diingatkan Tuhan tentang peristiwa Yunus ketika menolak tugas pelayanan ke Niniwe, menolak dan pergi jalan-jalan ke Tarsis. Angin ribut dan badai menghantam kapal yang ditumpangi. Oleh nahkoda dan penumpang Yunus di lempar ke laut kemudian masuk perut ikan. Tuhan berkata kepada saya: “Kalau kamu obey (taat) the Lord, kamu akan keluar dari mulut ikan. Tetapi kalau tidak obey, kamu akan keluar dari belakang!” Saya kaget, kalau keluar dari bawah, artinya saya jadi kotoran? Kalau begitu lebih baik saya bertobat, nurut saja kehendak-Nya. Dan Puji Tuhan, begitu saya menjamah kembali proyek Menara Doa Jakarta, badai besar seketika itu juga menjadi reda dan semua persoalan diselesaikan secara ajaib oleh Tuhan.

Puji Tuhan! Setiap apa yang saya tolak, oleh karena memang sangat menakutkan, tampaknya tidak masuk akal, dan sangat mustahil. Ketika saya mengatakan: “kehendak-Mulah yang terjadi”, saya menerimanya. Maka perkara yang sepertinya tidak masuk akal, menakutkan, dibuat-Nya menjadi keberhasilan, dan mujizat terjadi. Apa yang tidak mungkin dibuat menjadi sangat mungkin. Jika Tuhan yang memerintah, Dia juga yang bertanggung jawab. Tuhan yang memanggil, Tuhan juga yang melengkapi. Dia yang memulai dengan baik, Dia juga yang akan melanjutkannya sampai selesai sempurna seperti yang dikehendaki-Nya.(Filipi 1:6)

 Dari semua pengalaman dan “perlakuan” Tuhan Yesus yang “memaksa” saya untuk saya menerima dan mengerjakan kehendak-Nya, akhirnya saya mengerti bahwa Tuhan Yesus melakukan semuanya itu bukan hanya karena Ia sangat mengasihi saya. Tetapi lebih dari itu, Tuhan Yesus ingin saya melayani seperti Dia melayani Bapa. smart and perfect, dengan cerdas dan sempurna. Karena itu, dengan kasih dan kesabaran-Nya yang luar biasa Tuhan menuntun dan melatih saya menjadi smart and perfect.

Setahap demi setahap, dimulai dari perkara-perkara yang kecil, ke perkara yang lebih besar, seterusnya sampai ke perkara yang lebih lagi dan lebih lagi. Semuanya itu bukan karena kekuatan saya, tetapi Tuhan Yesus yang mengerjakannya. Saya hanya memberi respon, mengikuti semua yang Dia kehendaki untuk saya mengerjakannya. Seperti rasul Paulus yang menempatkan mengikut Kristus sebagai konsep dasar pelayanannya: Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus. (1 Korintus 11:1) Tanpa saya sadari, sebenarnya konsep hanya mengikuti Kristus itu juga menjadi prinsip pelayanan yang Tuhan ajarkan untuk saya melakukannya. Bukan saya, tetapi Tuhan Yesus Kristus saja yang berperan penuh untuk semua karya-Nya dalam hidup dan pelayanan saya.

Sekali lagi, saya hanya menyampaikan respon saja. Mulai dari gereja-gereja di desa-desa di sekitar Mojokerto, gereja di kota Mojokerto, di Bethany Manyar Rejo, hampir seribu gereja di Indonesia dan beberapa di luar negeri, di Graha Bethany Nginden, dan sekarang di Menara Doa Jakarta. Dari understanding tersebut, saya menjadi semakin yakin dengan apa yang sering saya sampaikan kepada rekan-rekan sepelayanan. Bahwa tidak seorang pun patut untuk menyebut dirinya pemimpin, saya juga bukan pemimpin. Dia-lah, yaitu Mesias, Tuhan Yesus Kristus sang pemimpin saya. Saya hanyalah hamba yang mengikuti tapak langkah karya-Nya dengan mengerjakan bagian saya di ladang pelayanan-Nya . Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. (Matius 23:10)

Pemahaman tentang ketaatan mengikuti langkah pelayanan Tuhan Yesus sebagai strategi dalam pelayanan, adalah garis besar yang saya bagikan kepada hamba-hamba Tuhan, rekan-rekan sepelayanan dalam ladang Tuhan yang ingin mengalami keberhasilan. Bukan berarti saya telah berhasil, tetapi itulah rahasia yang Tuhan ungkapkan selama 40 tahun dalam pelayanan, saya sendiri juga akan terus berjuang sampai di garis akhir.

Pada dasarnya, tidak ada kata kunci sukses lain dalam pelayanan selain mengikuti langkah-langkah pelayanan Tuhan Yesus. Sebuah perjalanan pelayanan sukses Tuhan Yesus, dari padang gurun ketika Ia dicobai iblis sampai di taman Getsemani, menjadi alur utama uraian kesaksian perjalanan, pasang-surut, pelayanan saya selama 40 tahun. Tonggak perjalanan satu generasi yang memberikan pencerahan tentang makna penting-nya menjadikan Tuhan Yesus sebagai satu-satunya pola dalam pengabdian pelayanan semua hamba-hamba pilhan Allah.

Ada lima pokok pengertian yang saya akan bagikan melalui tulisan ini:

Pertama, penegasan kembali bahwa melayani Tuhan adalah kasih karunia Tuhan, yaitu panggilan suci atas orang-orang pilihan-Nya. Hanya oleh anugerah dan kasih karunia-Nya saja, saya yang aslinya lemah dan penuh dengan kekurangan menjadi hamba Tuhan dan melayani Dia.

Kedua, tentang kuasa atau, power, dalam penguasaan diri, pokok penting yang selalu menjadi kendala dalam pelayanan. Harus saya katakan sejujurnya, juga dalam pasang-surut pelayanan saya. Semua rekan-rekan saya di pelayanan mengenal betul keadaan saya, bahwa saya seringkali “meledak-ledak”, tetapi bersyukur ada Roh Kudus, khususnya melalui istri saya, yang selalu menolong saya, ngerem saya untuk saya tetap berada dalam jalur penguasaan diri.

Ketiga, kuasa dalam ketaatan, the power of obey the Lord, suatu bentuk ketaatan total dan tanpa syarat yang mendatang kuasa bagi kebutuhan dalam pelayanan. Berbeda dengan penguasaan diri yang orientasinya dari diri sendiri dan hubungannya lebih banyak ke situasi dan keadaan sekitar. Obey the Lord berbicara tentang hubungan antara diri sendiri dengan Tuhan, diri sendiri yang telah menyatakan komitmennya sebagai hamba yang siap menerima perintah, dengan Tuhan yang menjadi Tuan yang membagi-bagi pekerjaan atas hamba-hamba-Nya. Yang setia pada komitmennya, taat, akan dilengkapi kuasa dari tempat yang maha tinggi. Tidak taat, tidak setia pada komitmennya, tidak akan diberi perlengkapan apapun. Yang taat dilengkapi, tetapi yang tidak taat akan dikurangi.

Keempat, adalah the power of relationship, yaitu pembahasan tentang pentingnya membangun relasi kesemua arah yang pada akhirnya terbukti mendatangkan kuasa Allah atas hamba-hamba-Nya yang melayani. Tuhan Allah, setelah penciptaan langit, bumi dan segala isinya, kemudian me-merintahkan manusia ciptaan Allah untuk hanya menguasai alam semesta, dan tidak memerintahkan manusia untuk menguasai manusia yang lain. Kepada sesama manusia Allah memerintakan untuk saling melayani. Membangun hubungan dengan Tuhan dan membangun hubungan dengan sesama manusia, bukan dengan menguasainya, tetapi dengan melayaninya.

Dan yang kelima, adalah kuasa dalam melangkah, the power of action, melangkah sebagai tindakan iman. Seperti yang dikatakan dalam surat Yakobus, iman tanpa perbuatan hakekatnya adalah mati. Seringkali saya katakan, orang boleh punya misi dan visi yang luar biasa, punya perencanaan yang hebat, strategi yang tepat, organisasi yang rapi, program dan manajemen yang rinci. Tetapi tanpa action, maka semua yang direncanakan hanya menjadi mimpi saja. Action mengubah angan-angan yang diawan turun kebumi dan menjadi kenyataan, tindakan mengubah mimpi dalam tidur menjadi realita dalam kehidupan nyata.

Tidak seorangpun sempurna, apalagi saya yang sering lepas dan kadang hampir-hampir keluar dari jalur yang Tuhan ajarkan untuk saya berada di dalamnya. Tetapi sekali lagi puji syukur bagi-Nya!, melalui kuasa Roh Kudus, Ia memampukan saya masuk kembali dalam tiga jalur sebagaimana diatas. Ketika saya hampir-hampir tidak dapat menguasai diri, dan tidak obey, Roh Kudus yang ada di dalam saya menginsyafkan.

Saya bertobat dan masuk lagi dalam penguasaan diri dan obey the Lord, dan pada saat itulah, saat dimana saya menguasai diri dan taat kepada perintah-Nya, maka kuasa dan pengurapan Allah melimpah dan memampukan saya untuk mengerjakan perintah yang Tuhan minta untuk saya menyelesaikannya.

Saya sadar saya punya banyak kelemahan dan kekurangan, bahkan banyak orang yang jauh lebih punya kemampuan dibanding dengan saya. Tetapi ketika saya terus berada dalam penguasaan diri, obey the Lord, membangun dan memelihara hubungan dengan Tuhan dan sesama, ketika saya melangkah sesuai pewahyuan-Nya. Maka pada saat itulah janji Tuhan untuk melengkapi hamba-hamba-Nya, saya membuktikan, benar-benar digenapi. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. (1 Petrus 5:10).

Seperti manusia yang lainnya, saya jauh dari sempurna. Diatas janji Tuhan, saya yakin, saya yang tidak akan sempurna akan terus diproses, sampai Ia yang sempurna menyempurnakan hidup dan pelayanan saya. Oleh karena itulah, tidak ada kalimat yang lebih tepat untuk saya katakan selain: “Bukan saya yang berhasil, tetapi Tuhan Yesus yang berhasil membawa saya menyelesaikan karya-karya-Nya. Dan bukan saya yang excellent, smart and perfect, tetapi Dia, Tuhan Yesus Kristus my Excellent Leader yang smart and perfect."


YESUS KRISTUS mengasihi Anda..
https://www.facebook.com/notes/pelaku-firman/kesaksian-pdt-abraham-alex-tanuseputra-bukan-saya-yang-berhasil-tetapi-tuhan-yes/187174521325199

Firman Tuhan Yang Luar Biasa

Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
Yohanes 21 : 25

Sebetulnya Alkitab yang kita punya ini mengajar sangat banyak dan sangat kaya. Saya bahkan berani berkata kepada saudara: "Sampai kita dipanggil pulang ke rumah Bapa tidak ada satu orang pun yang pernah bisa menuntaskan semua pelajaran yang Tuhan berikan kepada kita."
Untuk membaca Alkitab selesai, banyak orang sudah puluhan kali bahkan ratusan kali, tapi untuk mengerti semua kedalaman yang Dia ajarkan ternyata itu tidak semudah yang kita pikir.
Saya yakin nanti di sorga ada 'session' tanya terus Tuhan: kenapa begini? kenapa begitu? ada banyak sekali. Mungkin ada banyak hal yang tidak pernah anda tanyakan Tuhan akan menjelaskannya. Dan di situ kita akan melihat keadilan Tuhan, betapa luar biasanya Dia. Ujungnya saya mengerti bahwa kita akan sujud di bawah kaki-Nya dan berkata: "Sungguh Engkau Tuhan yang luar biasa"

Khotbah Ev.Daniel K

Berikut adalah kotbah-kotbah di AoC (Ark of Christ) yang dapat di download untuk menjadi berkat... bila anda ingin mendapatkan yang lebih lengkap dapat diperoleh di division Multimedia dalam www.ark-of-christ.com
DownloadNamePlaySize Length
download02. BilurNya (6.58) - Album By His Grace Only - Ev. Daniel Krestianto - ARK of CHRIST - www.ark-of-christ.com 6.4 MB7:00 min
download04. Yang Lemah Dikuatkan (3.21) - Album By His Grace Only - Ev. Daniel Krestianto - ARK of CHRIST - www.ark-of-christ.com 3.1 MB3:23 min
download06. Dalam Rumah Bapa (9.22) - Album By His Grace Only - Ev. Daniel Krestianto - ARK of CHRIST - www.ark-of-christ.com 8.6 MB9:24 min
download2 Kelompok Hamba 1- 17.5 MB76:28 min
downloadEv. Daniel Krestianto - 2 Bekal Memasuki Hari Esok- 10.6 MB46:14 min
downloadEv. Daniel Krestianto - 3 Karakter Anak Tuhan- 11.9 MB51:53 min
downloadEv. Daniel Krestianto - 3 Tingkatan Kasih- 13.6 MB59:34 min
downloadEv. Daniel Krestianto - 4 Sisi Karakter Menuju Kesempurnaan Bag 2- 8.8 MB51:25 min
download4 Terobosan Dalam Kehidupan
(Ev. Daniel Krestianto)
7.7 MB45:05 min
download5 Penghambat Pertumbuhan Roha
(Ev. Daniel Krestianto)
4.7 MB27:26 min
downloadAnak Yang Terhilang Bag 1
(Ev. Daniel Krestianto)
9.5 MB55:26 min
downloadAnak Yang Terhilang Bag 2
(Ev. Daniel Krestianto)
10.6 MB61:38 min
downloadBijaksana
(Ev. Daniel Krestianto)
8.7 MB50:39 min
downloadHilangnya Hak Anak Sulung
(Ev. Daniel Krestianto)
10.6 MB61:57 min
downloadHubungan Intim Dalam Keluarga
(Ev. Daniel Krestianto)
14.2 MB82:29 min
downloadEv. Daniel Krestianto - Karakter Seperti Anak Kecil bag 2 0.9 MB4:57 min
downloadEv. Daniel Krestianto - Kasih Menghadirkan Kerajaan Sorga 4.5 MB26:24 min
downloadEv. Daniel Krestianto - Kelompok Domba Dan Kambing 8.8 MB51:28 min
downloadKepahitan Yang Menghancurkan
(Ev. Daniel Krestianto)
8.8 MB51:04 min
downloadkarakter Kristrus Bag 1
(Ev. Daniel Krestianto)
14.1 MB82:15 min

Generasi Penuntas

Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh (Yos. 10:13)

Pada jaman itu ada hukum perang, yang mengatakan: perang harus berhenti jika matahari terbenam. Pada waktu itu orang Amori belum dibinasakan seluruhnya, dan waktu itu Yosua melihat matahari sudah hampir terbenam. Yosua menghitung musuh yang masih begitu banyak dan belum dihabiskan, dan kalau matahari terbenam tidak ada pilihan lain: dia harus berhenti menggempur mereka. Yosua hanya bisa menggempur mereka jika matahari terus bersinar dan tidak jadi tenggelam.

Alkitab mengatakan belum pernah ada Tuhan mendengarkan doa orang seperti itu. Dan saya berkata: jika Anda termasuk generasi penuntas, Anda punya anugerah mujizat yang luar biasa, dimana Tuhan untuk saudara dan lewat hidupmu sesuatu yang dahsyat, supaya engkau menuntaskan apa yang harus engkau tuntaskan.

(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Selasa, 18 Desember 2012

A Trip To Hell – Ps. Philip Mantofa

A Trip To Hell – Ps. Philip Mantofa
Kesaksian Philip Mantofa :
1 Januari 2000, pukul 5.00 WIB. Saya terbangun dan terkejut. Sekeliling saya gelap dan saya tidak dapat melihat apapun. Saya tidak melihat adanya tanda-tanda kehidupan di tempat itu, kecuali suara-suara teriakan kesakitan yang lamat-lamat terdengar dari kejauhan.
“Bangun! Aku ingin menunjukkan sesuatu yang sangat penting kepadamu.” Saya tahu bahwa itu suara Tuhan Yesus. Saya bangun dan mengikuti-Nya. Ia membawa saya ke padang gurun. Sebuah perjalanan yang panjang dengan suasana mencekam. Saya tidak merasakan adanya tanda-tanda kehidupan di sana, kecuali kesunyian yang bercampur kengerian yang tak terkatakan. Sunyi, sangat tandus dan tak ada angin yang berhembus. Tenggorokan saya terasa kering karena panasnya melebihi batas normal. Di sepanjang jalan saya melihat banyak makhluk-makhluk aneh yang tak pernah saya lihat atau jumpai di bumi.
Saya tidak bisa berjalan cepat, tetapi berjalan setapak demi setapak untuk bisa sampai ke sebuah gerbang yang besar sekali sehingga ujungnya tak tampak. Saya tidak tahu pintu itu terbuat dari apa. Pintu gerbang itu tinggi sekali dan menyeramkan. Saya mendongakkan kepala untuk membaca sebuah papan nama. Kalau Tuhan tidak membantu saya, mungkin saya tidak akan pernah bisa membacanya. Tulisan itu tidak menyerupai tulisan dalam bahasa apapun di bumi, bunyinya : Valley of Torture, Lembah Penyiksaan. Saya baru menyadari dimana saya berada saat itu. Ternyata saya berada di neraka! Masih dalam keadaan shock, saya mendengar suara Tuhan di sebelah saya berkata, “Buka pintu itu!”
Saya menghela nafas panjang. Bagaimana mungkin? Akhirnya saya menaati perintah-Nya dan dengan urapan kuasa Tuhan saya menyorongkan tangan saya ke pintu gerbang itu. Cuma dengan menyentuhnya pintu gerbang besar itu terbuka dan berbunyi kkkkkkrriiiieeekkkkkkkkk. Deritnya memekakkan telinga.
Masuk ke dalam kegelapan di balik pintu gerbang besar itu, saya mencium bau busuk yang menyengat hidung. Hawa panas menyerbu saya, disusul bau daging terbakar yang membuat saya mual dan ingin muntah. Mendadak kepala saya pusing karena mengetahui bau daging apa yang sedang terbakar disana, bau daging manusia terpanggang.
Apa yang saya lihat di balik pintu itu sulit sekali saya lupakan. Bahkan setelah semuanya kembali berjalan seperti biasa, ingatan akan tempat terkutuk itu sulit dihapus dari benak saya. Di Lembah Penyiksaan itu saya melihat banyak orang-orang yang mati di luar Tuhan Yesus ditempatkan. Sayangnya saya hanya mampu menceritakan sebagian kecil dari semua yang saya lihat di sana.
Saya tahu ada banyak sekali manusia yang tak terhitung jumlahnya di sana. Karena saya mendengar suara jeritan mereka memenuhi udara, berbarengan dengan kertakan gigi. Jeritan mereka itu memekakkan telinga, sehingga rasa ngeri membungkus sekujur tubuh saya. Teriakan kesakitan mereka itu seolah-olah menghilangkan kekuatan saya untuk tetap melihat semuanya sampai selesai.
Jika urapan-Nya tidak melindungi saya, saya takkan bisa bertahan di sana. “Lord, get me out of here, please. . .” pinta saya kepada Tuhan. Namun Tuhan tidak menanggapi saya.
Belum habis rasa panik saya, tiba-tiba saya melihat kengerian yang lain. Tak jauh dari tempat saya berdiri, saya melihat seorang wanita yang dikerumuni roh-roh jahat. Mereka berbentuk aneh. Roh-roh jahat itu berjalan-jalan mengelilingi wanita itu, sambil memegang senjata tajam yang tak pernah saya lihat di bumi.
Saya melihat wajah wanita itu diliputi ketakutan yang sangat. Saya tahu bahwa ia belum lama mati karena posisinya saat itu sangat dekat dengan gerbang maut di mana saya berada. Saya tidak tahu apa yang membuat ia mati. Yang saya tahu, ia masih muda dan wajahnya cantik. Ketakutan di wajahnya sangat jelas ketika ia memohon belas kasihan mereka. Sayangnya, roh-roh jahat di sekelilingnya tidak menggubris permintaannya. Malahan mereka tertawa-tawa senang melihat ketakutan wanita itu. Mereka mengikat kedua tangan wanita itu ke sebuah balok kayu dan terus mengancam dan mengintimidasinya.
“Ayo, berdusta! Ayo, berdusta!” Semakin ia berteriak ketakutan, semakin keras iblis-iblis itu menyuruhnya berdusta. Ternyata selama hidup di bumi wanita itu sering mendustai suaminya. Ia tidak setia kepada janji dan ikatan pernikahannya. Wanita itu berselingkuh dengan pria lain. Wanita itu tampak pasrah terhadap perintah mereka.
“Ya, ya, aku akan berdusta! Aku akan berdusta!”
Saya kira wanita itu akan dibebaskan karena telah memenuhi permintaan mereka. Ternyata dugaan saya keliru. Salah satu roh jahat itu menyodok wajah perempuan itu dengan senjata yang bentuknya aneh, kemudian menggaruk wajahnya dengan senjata yang sama dengan kasar dan cepat. Kulit wajah wanita itu terkelupas bersamaan dengan teriakan dan jeritan kesakitan wanita malang itu. Darah segar menyembur dari luka di wajahnya, dari luka yang menganga. Teriakan kesakitan terdengar sangat menyayat hati. Wajahnya tampak mengerikan akibat tindakan brutal dari iblis ini. Di saat yang bersamaan saya melihat roh jahat yang lain muncul dari balik kerumunan, menarik lidah wanita ini hingga putus. Jeritan kesakitan melolong-lolong keluar dari mulut tanpa lidah ini.
Saya terpana. Saya kehabisan kata-kata. Jantung saya seperti berhenti sepersekian detik karena sangat kaget. Saya tak menduga sama sekali bahwa wanita tersebut akan diperlakukan sesadistis itu. Saya tidak tahan lagi! Saya berteriak dengan marah. Saya bermaksud ingin menolongnya. Tetapi teriakan saya tenggelam dalam kegelapan dan kengerian. Karena dikuasai rasa takut, suara saya terdengar bagai rintihan. Tetapi mereka tidak dapat mendengar saya.
Belum pulih dari shock saya, tiba-tiba saya melihat lidahnya kembali ada. Seolah-olah tidak terjadi apapun. Cuma darah yang tersisa di wajahnya menandakan adanya perlakuan sadistis atas wanita itu. Iblis yang sama kembali mengulangi kejadian tadi dengan senjatanya. Kembali wanita itu menjerit-jerit kesakitan. Begitu terus berulang-ulang sehingga kengerian menguasai saya sepenuhnya. Pada akhirnya saya tahu bahwa kekekalan di sana berlaku atas tubuh, perasaan dan pikiran manusia. Sekalipun semuanya terjadi di alam supranatural, tetapi jeritan, ekspresi ketakutan, bentuk penyiksaan, kertakan gigi, suara tawa iblis di neraka begitu nyata. Neraka itu lebih nyata dan lebih kekal daripada apa yang ada di bumi ini.
“Ayo, kita bawa wanita ini ke depan, ke lautan api itu!” Seketika itu juga saya diberi hikmat Tuhan tentang perbedaan antara maut, kerajaan maut, dan lautan api. Orang yang mati dalam dosanya akan mengalami maut, karena upah dosa ialah maut. Mereka terpisah selama-lamanya dari hadirat Allah. Di sanalah setan-setan mendirikan kerajaan maut. Mereka menyiksa manusia-manusia yang berada di kerajaan maut. Lautan api adalah hukuman terakhir bagi iblis dan para pengikutnya.
“Tiiiddddaaaakkkkkkkk! Aku tak mau ke sana. Tidak mauuuuu!” Wanita tersebut memohon belas kasihan iblis-iblis itu. Dengan tangan terikat ke belakang, wajah yang hancur dan bersimbah darah, lidah yang putus, ia berlutut menangis memohon belas kasihan para penyiksanya. Sungguh, itu merupakan pemandangan yang sangat sangat sangat menyedihkan, membuat iba, dan sekaligus mengerikan. Bukan iba, bukan belas kasihan, para roh jahat itu malahan bersorak-sorak kegirangan melihat korban di depannya tak berdaya, penuh kemalangan.
“Aku tidak mau ke sana. Tidak mau. Siksa aku saja di sini. Siksa aku saja semau kalian, jangan bawa aku ke sana!” Wanita itu sudah demikian tersiksa, sedemikian menderita, sedemikian kesakitan, masih memilih disiksa di situ saja, dibandingkan dibawa ke lautan api. Saya bisa memahami ketakutannya. Lautan api itu bukan dongeng. Tempat itu nyata. Tempat itu ada di depan matanya. Benar kata Alkitab, “Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam penghukuman Allah yang hidup!”
Tak jauh dari tempat wanita itu disiksa, saya melihat seorang pria yang tinggal kerangka, karena dagingnya telah meleleh, digotong kembali ke dekat pintu gerbang. Sebelumnya ia ditempatkan di dekat lautan api. Saya yakin ia telah lama mati. Ia dibawa ke dekat pintu gerbang itu entah untuk ke berapa kalinya, hanya untuk mempermainkan perasaannya. Sementara itu roh-roh jahat yang mengerumuninya berteriak-teriak memberi semangat, “Ayo, onani! Ayo, masturbasi!”
Rupanya, semasa ia hidup ia sering melakukan masturbasi. Ketika saya mendengar roh-roh jahat itu berteriak-teriak, saya dikagetkan dengan munculnya ribuan ulat yang menjalar keluar dari lubang kemaluannya yang sebenarnya tinggal daging meleleh. Ulat-ulat itu keluar juga dari lubang mata, hidung, dan telinganya. Ulat-ulat itu menjilati dagingnya yang meleleh. Saya tidak pernah menjumpai ulat-ulat seperti itu di bumi. Pria itu sangat kesakitan digerogoti dagingnya oleh ulat-ulat ganas itu.
Tak jauh dari tempat saya berdiri, saya melihat seorang pria muda yang sepertinya baru meninggal. Saya tahu kalau ia belum lama meninggal, karena orang-orang yang sudah lama meninggal akan berada di tempat yang sangat jauh dari tempat saya berdiri di dekat gerbang maut itu. Tak berapa lama kemudian beberapa roh jahat datang membawa seorang pria yang lebih tua usianya. Dugaan saya, semasa mereka hidup, mereka adalah ayah dan anak. Roh-roh jahat itu memaksa kedua orang itu ke tengah lingkaran. Mereka memaksa pria yang lebih muda untuk makan bagian belaksan dari kepala pria yang lebih tua. Memakan otak! Mengerikan sekali. Sebelumnya para iblis itu merobek belakang tempurung kepala pria yang lebih tua dengan tangan mereka. Terdengar jerit kesakitan dari pria tua itu. Dan anak muda itu tak punya pilihan lain selain memakan otak dan bagian belakang pria yang adalah ayahnya.
Melihat kejadian yang menjijikkan dan gila itu saya berteriak histeris. Saya marah sekali melihat kejadian itu. Seumur hidup saya tidak pernah melihat dengan mata kepala sendiri perbuatan kanibalisme seperti itu. Sontak saya menjadi pusing dan tubuh saya gemetar. Sekujur tubuh saya jadi lemas karena ngeri. Kalau bukan karena tangan-Nya yang memberi kekuatan, saya tidak akan kuat berdiri.
“Tuhhhaaaaaannnnn! Jangan diam saja! Lakukan sesuatu!” kata saya iba. Tuhan tidak menjawab. Saya merasa putus asa karena saya tak dapat menghalangi perbuatan iblis-iblis itu. “Lord, do something, please. Tuhan, Engkau ‘kan penuh kuasa. Lakukan sesuatu.” Tuhan tetap diam. Saya tidak dapat berbuat apa-apa lagi, selain menaati-Nya. Saya memaksakan diri untuk melihat kembali potongan adegan yang sangat sangat mengerikan itu. Anak muda itu masih sedang memakan bagian belakang tempurung kepala ayahnya yang sangat-sangat kesakitan.
“Cukup, Tuhan! Hentikan! Saya tidak tahan!”
“Tidak! Engkau harus tetap di sini! Tetaplah di dekat-Ku dan jangan bergerak,” kata-Nya dengan lembut. “Jangan membenci,” sambung-Nya. Seketika itu juga saya mengerti bahwa mereka berdua, ayah dan anak itu, saling membenci ketika mereka masih ada di dunia. Mereka tidak mau saling memaafkan sampai kematian menjemput mereka.
Ketika saya menoleh kembali ke arah ayah dan anak itu, terdengar suara satu roh jahat, “Sekarang tiba giliranmu!” Pria yang lebih tua dengan kesakitan yang sangat karena bagian kepalanya tinggal seperempat, menuruti kata-kata iblis itu. Ia sekarang berbalik memakan kepala anaknya sendiri. Wajah anak muda itu tampak tegang menanti giliran disiksa. Ia berdiri mematung dengan ekspresi wajah yang penuh kengerian. Ia menjerit-jerit kesakitan ketika ayahnya sendiri memakan bagian belakang kepalanya. Ya, Tuhan!
“Tuhan, cukup!” Saya tidak tahan lagi melihat semua kengerian itu. Saya menutup mata, tapi pemandangan itu tak dapat pergi. Seketika itu juga saya merasakan Tuhan menarik roh saya, sehingga bisa kembali ke tubuh saya. Saya terbangun dengan nafas terengah-engah. “Celakalah aku jika aku tidak memberitakan Injil!” seru saya setelah pengalaman dibawa Tuhan ke neraka yang sangat sangat sangat mengerikan itu.
Berbulan-bulan setelah itu, trauma saya melihat neraka tidak segera pulih. Ingatan tentang neraka itu tidak dapat saya lupakan sama sekali. Ditambah lagi, sekujur tubuh saya pada sakit. Tulang-tulang saya terasa nyeri, sehingga untuk menggerakkan badan saja terasa sulit. Sekalipun berusaha melupakan perjalanan ke lembah penyiksaan itu, namun saya tak dapat tidur tanpa memikirkannya.
Saya tahu, Tuhan membawa saya ke sana untuk membongkar rahasia pekerjaan iblis yang tak disadari banyak orang. Saya yakin “emergency call” ini datangnya dari Allah, bukan peringatan dari manusia. Tuhan mengembalikan roh saya ke tubuh saya dalam keadaan hidup, karena hanya orang hidup yang dapat berbicara kepada manusia yang hidup. Orang mati, sekalipun telah melihat dan mengalami neraka, tidak dapat berbicara kepada orang hidup.
Keseluruhan pesan ini bukan terletak dan berfokus pada nerakanya. Yang jauh lebih penting, pesan ini mengenai Tuhan Yesus, mengenai keselamatan di dalam Tuhan Yesus. Karena hanya Tuhan Yesus saja yang sanggup menyelamatkan manusia dari penghukuman kekal di neraka.
Kisah Para Rasul 4:12 mengatakan, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Yesus Kristus, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
Kisah kesaksian Philip Mantofa ini diambil dari buku “A Trip To Hell” ditulis oleh Philip Mantofa bersama Sianne Ribkah.
http://catatankhotbahkristen.blogspot.com/2012/10/a-trip-to-hell-ps-philip-mantofa.html

Dynamics Hand (Pdt. Petrus Agung)

Di rumah Tuhan tangan kita harus diurapi, dikuduskan dan dikonsekrasikan bagi Tuhan.

Mzm 18: 19-37
Ay 20 (amplified): Tuhan membalas sesuai kemurnian/ integritas tanganku. Integritas artinya luar dan dalam sama. Miliki tangan yang bekerja dengan penuh integritas.
Ay 21 (the messege): Tuhan membuat kepingan hidup kita lengkap, sempurna dan utuh, saat kita letakkan semua kepingan dan serpihan hidup kita yang hancur itu di hadapan Tuhan.
Ay 24 (the messege): Setiap kali kita hadapkan buku kehidupan dan hati kita kepada Tuhan dalam integritas dan kemurnian, maka Tuhan tulis ulang hidup dan destiny kita.
Ay 35 : Yod/ tangan kita harus dilatih untuk berperang, hingga lengan kita bisa melenturkan busur tembaga. Latihan yang Tuhan berikan buat kita menghasilkan kekuatan yang dahsyat.
Ay 35b (amplified): kerendahan hati Tuhan-lah yang membuat kita jadi besar.

Ilustrasi: warung biasa dan tidak terkenal, tiba-tiba presiden datang dan makan di situ. Ini adalah kerendahan hati presiden yang luar biasa, dan begitu terjadi, warung jadi terkenal.
Sama halnya dengan kita: orang sederhana dan tidak ada kehebatan dibanding yang lain, tiba-tiba Tuhan datang dan pungut kita, kita jadi radikal, lalu tiba-tiba orang kagum. Itulah kerendahan hati Tuhan. (Yoh 15: 16a)

  • Apapun yang Tuhan lakukan bagi kita, itu anugrah yang luar biasa. Maka kita harus selalu tahu diri! Jika hari ini kita ditinggikan Tuhan, semua karena Tuhan rendah hati dan mau pakai kita.
  • Yod adalah tangan yang aktif dan mau dididik. Minta Tuhan ajari dan latih tangan kita untuk berperang, bertindak, dan melakukan sesuatu.
  • 2Raj 9: 24 (LITV) – Saat tangan kita terlatih, akan muncul adalah power/ kekuatan. Tangan / yod yang mau dididik dan dilatih akan bisa mengalirkan power/ kekuatan.

Pelajaran dari Mazmur 18:
1. Tangan kita harus memiliki integritas sehingga bisa dididik oleh Tuhan. Tangan yang menipu dan mengambil milik orang lain tidak bisa dididik oleh Tuhan.
2. Tangan yang terlatih dan terdidik akan mampu menyalurkan power yang luar biasa.

  • Tangan kita adalah tangan yang punya integritas, mau dididik, mau kerja.
  • Tangan kita bukan tangan yang menipu, memeras, mengambil hak orang lain, mencuri, meminta-minta, atau mengharapkan belas-kasih orang lain.
2 Raj 6: 1-7

  • Ay 7 – Tangan/ Yod orang ini adalah tangan dari orang yang punya integritas dan terlatih bekerja, sehingga ia memperoleh kembali apa yang hilang dari hidupnya.
  • Teriakan "itu barang pinjaman" menunjukkan bahwa orang ini punya integritas, setia terhadap harta orang lain.
  • Tangan yang tidak punya integritas dan tanggung jawab, akan jadi masalah karena tidak bisa dididik. Saat kita gagal dan respon kita selalu menyalahkan orang lain, maka kita tidak akan pernah mencapai hal yang besar dari Tuhan.
  • Tuhan bukan mencari orang yang berhasil, tapi orang yang punya integritas, karena bisa dididik.
  • Semua yang kita miliki saat ini adalah pinjaman, karena semua milik Tuhan dan tidak pernah jadi milik kita. Integritas: mengerjakan apapun yang Tuhan percayakan dalam hidup kita dengan segenap hati !
  • Apapun yang di tangan kita, jika bersama Tuhan, akan jadi luar biasa. Sebutir padi, saat ditabur, disemai, lalu ditanam, hasilnya 56 malay dan sekitar 6000 bulir yang baru!

Sumber: http://jkiinjilkerajaan.org/events/sermon-notes/140-dynamic-hands-petrus-agung.html

Serahkan Segala Kuatirmu KepadaNya

Pdt. Abraham Alex Tanuseputra

” . . . . . , Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? . . . . .”

(Matius 6:25-34)

Setiap orang tentunya pernah mengalami rasa kuatir dalam hidupnya, termasuk kita. Sedangkan kekuatiran itu sendiri disebabkan oleh karena kita tidak dapat melihat apa yang akan terjadi maupun yang  sedang terjadi di depan kita. Oleh karena itu Allah memberikan jaminan atas hidup kita melalui firmanNya, katanya : Masa depanmu sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang (Amsal 23:18).
Dan hal yang dikuatirkan tentunya berbeda-beda; baik itu kuatir dalam hal studi, ekonomi, atau masa depan. Padahal  sebenarnya perasaan kuatir itu muncul bukan diakibatkan oleh besar atau kecilnya suatu tantangan maupun persoalan yang sedang atau akan kita dihadapi, tetapi adanya suatu kecenderungan untuk mengandalkan kekuatan diri sendiri.
Dan kekuatiran merupakan suatu kegagalan seseorang dalam menghadapi tantangan sebelum melakukan peperangan. Apalagi tahun demi tahun keadaan dunia tidak semakin membaik dan ditambah dengan informasi-informasi yang terhadang justru membuat orang merasa tidak ada harapan untuk melihat masa depan. Apabila kita mendengar atau membaca, bahkan melihat dari berbagai sumber berita baik itu melalui media elektronik maupun media cetak, dimana para ekonom telah memprediksikan bahwa di tahun-tahun mendatang keadaan manusia semakin memprihatinkan baik ditinjau dari sudut ekonomi, keamanan, politik maupun keadaan alam. Maka banyak orang akan semakin kuatir dalam menjalani hidup ini. Dan keadaan ini tidak dialami oleh orang dunia saja, tetapi beberapa orang yang mengaku anak Tuhanpun mengalami hal yang demikian; sehingga seolah-olah tidak ada harapan lagi untuk menatap dan mendapatkan masa depan yang penuh dengan kebahagiaan.

Saudara, perlu kita ketahui bahwa orang yang kuatir adalah orang yang takut. Dan apabila orang tersebut sudah takut, maka dia akan mengalami stress, bahkan pikirannya menjadi kosong, sehingga pada akhirnya kuasa kegelapan bisa mengusainya dan orang tersebut akan bertindak aneh-aneh. Sebab kekuatiran merupakan celah dalam kehidupan manusia yang memberikan kesempatan bagi iblis untuk menggagalkan tujuan hidup manusia termasuk orang-orang  yang mengaku anak Tuhan. Lalu bagaimana dengan kita, apakah kita juga turut meyakini apa yang telah diprediksikan oleh para ekonom maupun peramal ? atau sebaliknya, kita semakin sungguh-sungguh atau bersemangat dalam menjalani hidup ini bersama Tuhan ?.
Firman Tuhan menasehatkan bahwa “orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang . . . .” (Wahyu 21:8). Oleh sebab itu janganlah kita kuatir terhadap apapun juga, karena Allah turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan khususnya bagi mereka yang mengasihi Dia.
Bahkan untuk menyatakan jaminan pemeliharaanNya, Tuhan membandingan kita dengan bunga bakung, dimana bunga bakung itu tidak bekerja dan tanpa memintal namun didandani oleh Allah sedemikian rupa, walaupun hari ini ada dan besok dibuang (Matius 6:28-29). Dalam ayat tersebut terdapat kata “tidak bekerja”, hal ini bukan berarti kita tidak perlu bekerja, tetapi yang dimaksud dari ayat ini adalah menunjukkan betapa besar kasih Allah yang diberikan kepada kita, sebab bunga bakung yang mekar sebentar saja dipelihara begitu rupa apalagi kita adalah ciptaan yang paling mulia diantara segala ciptaanNya. Dan apabila pencobaan itu datang menimpa kita maka percayalah bahwa pencobaan-pencobaan itu tidak melebihi kekuatan kita, sebab pencobaan-pencobaan itu adalah pencobaan biasa yang justru akan membentuk iman percaya kita kepada Allah.

Tuhan telah berjanji bukan hanya menyertai kita, tetapi Tuhan juga berjanji kepada kita untuk hal-hal yang baik. Markus 10:28-31 mengisyaratkan kepada kita bahwa Tuhan sanggup memberkati orang percaya dengan berkat yang berlipat-lipat dan hidup yang kekal. Inilah upah untuk kita. Untuk itu kita percaya bahwa hari depan, Dia akan memberkati kita secara luar biasa. Oleh karena itu kita harus betul-betul lepas dari kekuatiran. Kalau kita terjerat dengan dosa ini, maka kita dipersamakan dengan penyembah berhala dan seorang sundal. Saat kita lepas dari kekuatiran, maka kita akan dipakai Tuhan dalam segala cara.
Setiap orang memang ingin mencapai masa depan yang gilang gemilang, tetapi kalau sudah diselipkan kekuatiran, maka orang tersebut telah merancang suatu kegagalan atas hidupnya dan telah merusak rencana atau harapannya. Bagaimana kita bisa tahu bahwa orang yang kuatir itu sedang merancang kegagalan dalam hidupnya ? Kalau kita membaca firman Tuhan yang terdapat dalam Matius  6:27, telah dikatakan : “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” Dalam ayat ini telah dijelaskan bahwa orang yang kuatir tidak dapat menambah sehasta pada jalan hidupnya, padahal satu hasta itu hanya 45 sentimeter, sedangkan jalan hidup yang harus ditempuh manusia itu tidak terukur jaraknya (panjang).
Dari ayat ini kita bisa tahu, bahwa hidup manusia tidak akan berarti apabila di dalam hidupnya ada kekuatiran, khususnya untuk masa depan. Dan bukankah Allah telah berfirman, yaitu dalam Amsal 23:18 : “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” Jadi, sekarang tidak ada alasan untuk kuatir dalam menghadapi hidup ini khususnya di tahun-tahun yang mendatang, sebab meskipun seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu (Mazmur 91:7), karena Tuhan adalah tempat perlindungan dan kubu pertahanan kita.

Jikalau dalam beberapa penjelasan di atas yang telah menasehatkan kita agar tidak kuatir, mungkin dalam diri kita timbul pertanyaan : “bagaimana aplikasi untuk mempercayai Allah supaya kita tidak mengalami kekuatiran?” menyerahkan segala kekuatiran kita dan mengawali segala sesuatu di dalam Dia, sebab di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, ... segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk dia (Kolose 1:16).
Jadi segala sesuatu yang kita lakukan harus berdasarkan kehendak Allah, karena segala rancanganNya atas hidup kita adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan; dan bukankah itu yang kita rindukan. Oleh karena itu, kita diingatkan  sekali lagi untuk tidak kuatir atau takut dalam menjalani hidup hari-hari ini, tetapi kita semakin bersemangat dalam memasuki tahun-tahun mendatang, terlebih itu dalam melayani Tuhan, karena berkatNya siap dicurahkan atas kita. Amin.
 

About Me

About Me
FACEBOOK TWITTER
LOGIN
Email:me@stefanussusanto.org

WELCOME IN THIS SITE

JOIN MAILING LIST HERE

VISITOR NOW